Kebijakan Privasi v2

Berlaku sejak: 04 September 2026

KEBIJAKAN PRIVASI APEL

Aplikasi Pencegahan Kekerasan Seksual

1. Pendahuluan

APEL (selanjutnya disebut "Aplikasi") adalah platform digital yang dikembangkan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus. Aplikasi ini memungkinkan mahasiswa, termasuk mahasiswa dengan disabilitas, untuk mengakses konten edukasi, mengirimkan laporan kekerasan seksual, menerima pembaruan status laporan, serta menghubungi layanan darurat dan Satgas PPKS (Percepatan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual).

Kebijakan privasi ini menjelaskan bagaimana data Anda dikumpulkan, digunakan, dilindungi, disimpan, dan dihapus. Dengan menggunakan Aplikasi APEL, Anda menyatakan telah membaca, memahami, dan menyetujui ketentuan dalam kebijakan ini.

2. Data yang Dikumpulkan

2.1 Data Akun (Pengguna Terdaftar)

Jika Anda masuk menggunakan akun Google, kami mengumpulkan:

  • Nama lengkap sesuai akun Google
  • Alamat email
  • Foto profil Google (jika tersedia)
  • Token autentikasi (JWT) untuk verifikasi sesi
  • Token notifikasi (FCM) untuk mengirim pembaruan laporan
  • Profil aksesibilitas yang Anda pilih (untuk menyesuaikan tampilan dan fitur)

2.2 Data Laporan

Saat Anda mengirimkan laporan kekerasan seksual, kami mengumpulkan:

  • Kode tiket laporan (otomatis dibuat sistem)
  • Mode laporan: anonim atau teridentifikasi
  • Nama, kontak, dan nomor telepon pelapor (jika mode teridentifikasi)
  • Kategori kekerasan (verbal, fisik, daring, pelecehan terkait disabilitas, lainnya)
  • Tanggal dan lokasi kejadian
  • Koordinat GPS (opsional, jika Anda mengizinkan akses lokasi)
  • Deskripsi kejadian
  • Bukti pendukung berupa foto atau dokumen (opsional)
  • Kebutuhan bantuan khusus terkait disabilitas (opsional)
  • Versi kebijakan privasi yang Anda setujui saat mengirim laporan
  • Status laporan dan tanggapan dari Satgas PPKS

Mode Anonim vs Teridentifikasi:

  • Mode Anonim: Identitas Anda (nama, email, telepon) tidak terlihat oleh admin dan Satgas PPKS di panel administratif. Namun, ID pengguna tetap tercatat di sistem untuk audit trail dan kepatuhan hukum. Pilih mode ini jika Anda ingin melapor tanpa mengungkap identitas.
  • Mode Teridentifikasi: Identitas Anda tercatat dan terlihat oleh Satgas PPKS yang ditugaskan, memungkinkan follow-up langsung dan koordinasi penanganan.

2.3 Data Tamu (Guest)

Jika Anda menggunakan aplikasi sebagai tamu tanpa login Google:

  • Laporan dikirimkan tanpa akun pengguna
  • PIN akses 6-digit dibuat untuk melacak status laporan dan membuka detail
  • Token notifikasi perangkat (FCM) dikaitkan dengan laporan, bukan dengan akun
  • ID perangkat di-hash (SHA-256) digunakan untuk membatasi frekuensi feedback dan mencegah penyalahgunaan, tidak untuk melacak identitas
  • Data laporan tamu terikat pada perangkat ini dan tidak disinkronkan ke akun manapun

2.4 Data Umpan Balik

Jika Anda mengirimkan feedback:

  • Pengguna terdaftar: feedback dikaitkan dengan ID pengguna
  • Tamu: feedback dikaitkan dengan hash ID perangkat (SHA-256)
  • Konten feedback: rating (1-5 bintang) dan komentar teks

2.5 Data Teknis

  • Versi aplikasi dan sistem operasi perangkat
  • Token notifikasi Firebase Cloud Messaging (FCM)
  • Data sinkronisasi untuk konten edukasi (materi, kuis, halaman, petunjuk penggunaan, kontak SOS, titik aman)
  • Alamat IP (dicatat saat submit laporan untuk keperluan keamanan dan audit)

2.6 Data Keamanan dan Akses

  • PIN aplikasi 6-digit (disimpan dalam bentuk hash bcrypt, tidak dapat dibaca balik)
  • Konfigurasi biometrik (sidik jari/wajah) — Aplikasi tidak menyimpan data biometrik Anda, hanya memicu sistem autentikasi perangkat
  • Log akses laporan: setiap akses ke detail laporan dicatat (siapa, kapan, metode, hasil) untuk audit dan deteksi ancaman internal

3. Penggunaan Data

Data yang dikumpulkan digunakan untuk:

  1. Memproses dan menindaklanjuti laporan kekerasan seksual — laporan diteruskan kepada Satgas PPKS yang ditugaskan untuk penanganan.
  2. Mengirim pembaruan status laporan — melalui notifikasi push (FCM), email, dan WhatsApp.
  3. Menyediakan konten edukasi — materi pencegahan, kuis, halaman informasi, petunjuk penggunaan, kontak SOS, dan titik aman.
  4. Menghubungkan pelapor dengan Satgas PPKS — menampilkan nama dan kontak petugas yang ditugaskan.
  5. Mengirimkan umpan balik pengguna — untuk peningkatan kualitas aplikasi dan layanan.
  6. Mencatat aktivitas administratif — log aktivitas admin, log notifikasi, log akses laporan, dan riwayat status laporan untuk audit, transparansi, dan kepatuhan hukum.
  7. Mencegah penyalahgunaan — rate limiting, deteksi spam, dan audit trail berdasarkan ID perangkat dan alamat IP.

4. Dasar Hukum

Pengumpulan dan pengolahan data dilakukan berdasarkan:

  • Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP)
  • Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan
  • Peraturan kampus terkait Satgas PPKS

Dasar pemrosesan: pelaksanaan kewajiban hukum, kepentingan publik, pelindungan kepentingan vital pelapor, serta pelaksanaan kontrak (penggunaan layanan).

5. Perlindungan Data

5.1 Enkripsi

  • Deskripsi laporan dienkripsi menggunakan AES sebelum disimpan di server dan di perangkat
  • Data sensitif pelapor (nama, kontak, telepon) dienkripsi di penyimpanan lokal (SQLCipher + Android Keystore)
  • Token autentikasi (JWT) disimpan secara terenkripsi di perangkat
  • PIN akses dienkripsi menggunakan bcrypt sebelum disimpan (tidak dapat dibaca balik)
  • ID perangkat untuk feedback di-hash dengan SHA-256 (tidak disimpan dalam bentuk asli)
  • Bukti pendukung (foto/dokumen) disimpan di storage terenkripsi server

5.2 Akses Terbatas

  • Hanya Satgas PPKS yang ditugaskan pada laporan tertentu yang dapat mengakses detail laporan tersebut
  • Administrator dapat melihat daftar laporan namun tidak dapat melakukan tindak lanjut kecuali Super Admin
  • Setiap akses ke detail laporan dicatat dalam log akses laporan (report_access_logs): siapa yang mengakses, kapan, metode akses (panel admin, API, verifikasi PIN/OTP), dan hasil akses (berhasil/ditolak/tidak ditemukan/PIN salah/OTP salah)
  • Log akses digunakan untuk audit compliance dan deteksi ancaman internal (insider threat)
  • Hak akses diatur melalui sistem peran (RBAC): Super Admin, Admin, Satgas PPKS
  • Pelapor anonim: identitas tersembunyi dari admin dan Satgas di panel, tetapi tercatat di backend untuk audit

5.3 Penyimpanan Perangkat

  • Data laporan lokal disimpan dalam database terenkripsi (SQLCipher)
  • Passphrase database disimpan di Android Keystore (tidak dapat diekstrak dari APK)
  • Akses ke riwayat laporan dan pusat notifikasi dilindungi PIN 6-digit atau biometrik (sidik jari/wajah)
  • PIN disimpan dalam bentuk hash bcrypt — tidak dapat dibaca balik bahkan oleh sistem
  • Biometrik tidak menyimpan data sidik jari/wajah — hanya memicu sistem autentikasi perangkat
  • Reset PIN tersedia via verifikasi OTP email
  • Laporan dapat disembunyikan dari riwayat oleh pengguna (soft delete lokal) tanpa menghapus data di server

6. Pembagian Data

Data laporan tidak dibagikan kepada pihak ketiga di luar lingkungan kampus, kecuali:

  1. Kepada Satgas PPKS yang ditugaskan untuk menangani laporan
  2. Kepada aparat penegak hukum jika diperlukan untuk proses hukum, sesuai peraturan perundangan
  3. Kepada penyedia layanan pihak ketiga yang digunakan untuk mengirim notifikasi:
    • Firebase Cloud Messaging (FCM) — untuk notifikasi push
    • Penyedia email SMTP — untuk pembaruan status via email
    • Fonnte — untuk pembaruan status via WhatsApp
    • Pihak ketiga hanya menerima data minimum yang diperlukan untuk mengirim notifikasi, bukan isi laporan lengkap

Kami tidak menjual, menyewakan, atau memperdagangkan data Anda kepada pihak manapun.

7. Penyimpanan dan Retensi Data

7.1 Laporan Kekerasan Seksual

  • Laporan aktif (OPEN, IN_PROGRESS, CLOSED): disimpan lengkap selama laporan aktif
  • Laporan dengan permintaan penghapusan: field sensitif (deskripsi, bukti, identitas pelapor) di-purge setelah grace period 30 hari. Metadata (kode tiket, status, tanggal, kategori, mode) tetap untuk audit
  • Laporan CLOSED/DISMISSED > 2 tahun: field sensitif di-purge otomatis (retention policy). Metadata tetap untuk audit
  • Bukti pendukung (foto/dokumen): dihapus dari storage saat field sensitif di-purge
  • Metadata laporan: disimpan selamanya untuk kepatuhan audit dan transparansi

7.2 Akun Pengguna

  • Akun aktif: disimpan selama akun aktif
  • Akun dengan permintaan penghapusan: data sensitif (nama, email, foto, Google ID, telepon) di-anonymize (di-set null) setelah grace period 30 hari. Record user di-soft-delete tetapi tetap di database untuk audit
  • Token JWT: di-revoke saat permintaan penghapusan akun atau logout
  • Token FCM: dihapus saat logout, uninstall aplikasi, atau penghapusan akun

7.3 Data Lain

  • Log aktivitas dan notifikasi: disimpan untuk keperluan audit selama 2 tahun
  • Log akses laporan: disimpan selama 2 tahun untuk audit compliance
  • Data feedback: disimpan tanpa mengaitkan identitas setelah 1 tahun
  • Data lokal di perangkat: dihapus saat pengguna uninstall aplikasi atau menghapus data aplikasi
  • Data tamu: terikat pada perangkat, tidak sync ke server kecuali laporan yang dikirim

8. Hak Pengguna

Sebagai pengguna, Anda berhak untuk:

  1. Mengakses data — melihat data laporan yang Anda kirimkan melalui riwayat laporan (dilindungi PIN)
  2. Memperbaiki data — menghubungi Satgas PPKS untuk koreksi data laporan
  3. Menghapus laporan — mengajukan penghapusan laporan langsung dari aplikasi (lihat Section 9)
  4. Menghapus akun — mengajukan penghapusan akun langsung dari aplikasi (lihat Section 10)
  5. Menarik persetujuan — berhenti menggunakan aplikasi dan uninstall
  6. Melaporkan pelanggaran — mengajukan keluhan ke pihak kampus jika data Anda disalahgunakan
  7. Mode anonim — memilih mode anonim saat melaporkan tanpa memberikan identitas
  8. Akses terbatas — PIN dan biometrik melindungi akses ke data sensitif di perangkat Anda

9. Penghapusan Laporan

Anda dapat mengajukan penghapusan laporan langsung dari aplikasi:

9.1 Cara Penghapusan

  • Pengguna terdaftar: Buka Riwayat Laporan → pilih laporan → tap ikon hapus. Verifikasi via akun Google (JWT).
  • Pengguna tamu: Buka Riwayat Laporan → pilih laporan → tap ikon hapus. Verifikasi via kode tiket + PIN akses 6-digit.

9.2 Proses Penghapusan

  1. Saat pengajuan: laporan ditandai untuk penghapusan, status diubah, dan grace period 30 hari dimulai
  2. Selama grace period 30 hari: laporan masih ada di sistem, Satgas PPKS dapat membatalkan penghapusan jika diperlukan
  3. Setelah 30 hari: field sensitif (deskripsi, bukti, identitas pelapor) di-purge permanen dari database. Evidence file dihapus dari storage. Metadata (kode tiket, status, tanggal, kategori) tetap untuk audit

9.3 Konsekuensi

  • Notifikasi pembaruan status untuk laporan yang dihapus akan berhenti
  • Laporan tidak dapat dipulihkan setelah grace period berakhir
  • Jika Anda menghapus akun, semua laporan milik Anda secara otomatis ditandai untuk penghapusan

10. Penghapusan Akun

Anda dapat mengajukan penghapusan akun Google dan semua data terkait langsung dari aplikasi. Ini adalah hak Anda sesuai UU PDP dan kebijakan Google Play.

10.1 Cara Penghapusan

  1. Buka menu Pengaturan Akun di aplikasi
  2. Pilih "Hapus Akun" di Zona Berbahaya
  3. Masukkan alasan penghapusan (opsional)
  4. Sistem mengirim kode OTP 6-digit ke email Anda
  5. Masukkan kode OTP untuk verifikasi
  6. Penghapusan dikonfirmasi — akun ditandai untuk penghapusan

10.2 Proses Penghapusan

  1. Saat pengajuan: Akun ditandai untuk penghapusan, semua laporan milik Anda ditandai untuk penghapusan, sesi JWT di-revoke (logout otomatis), token FCM dihapus
  2. Grace period 30 hari: Akun masih ada di sistem. Anda dapat membatalkan penghapusan dengan menghubungi Satgas PPKS dalam periode ini
  3. Setelah 30 hari: Data sensitif akun (nama, email, foto, Google ID, telepon) di-anonymize (di-set null). Record user di-soft-delete. Semua laporan milik Anda di-purge field sensitifnya. Metadata tetap untuk audit

10.3 Yang Dihapus vs Dipertahankan

Dihapus permanen:

  • Nama lengkap
  • Alamat email
  • Foto profil
  • Google ID
  • Nomor telepon
  • Token autentikasi dan notifikasi
  • Deskripsi dan bukti laporan
  • Identitas pelapor di laporan

Dipertahankan (anonim, untuk audit):

  • Record user yang sudah di-anonymize (soft-deleted)
  • Metadata laporan (kode tiket, status, tanggal, kategori, mode)
  • Log aktivitas dan akses (untuk kepatuhan audit)

10.4 Pengguna Tamu

Pengguna tamu tidak memiliki akun Google untuk dihapus. Untuk menghapus data tamu:

  • Hapus laporan individual via Riwayat Laporan (lihat Section 9)
  • Uninstall aplikasi untuk menghapus semua data lokal dari perangkat
  • Data laporan yang sudah dikirim ke server tetap ada sesuai retensi (Section 7)

11. Persetujuan (Consent)

11.1 Persetujuan Kebijakan Privasi

  • Saat pertama kali membuka aplikasi, Anda diminta membaca dan menyetujui kebijakan privasi
  • Persetujuan dicatat dengan timestamp dan versi kebijakan yang disetujui
  • Jika kebijakan diperbarui, Anda diminta menyetujui kembali versi terbaru

11.2 Persetujuan Saat Submit Laporan

  • Setiap kali Anda mengirim laporan, versi kebijakan privasi yang Anda setujui saat itu dicatat di database
  • Field consent_policy_version dan consent_accepted_at menyimpan bukti persetujuan
  • Ini untuk kepatuhan audit: bukti bahwa Anda setuju policy versi X saat submit laporan pada timestamp Y

11.3 Penarikan Persetujuan

  • Anda dapat menarik persetujuan dengan menghapus akun (Section 10) atau uninstall aplikasi
  • Penarikan persetujuan tidak menghapus data yang sudah diproses sebelum penarikan (sesuai retensi Section 7)

12. Notifikasi

Aplikasi mengirimkan notifikasi melalui:

  • Firebase Cloud Messaging (FCM) — notifikasi push untuk pembaruan laporan dan pengumuman
  • Email — pembaruan status laporan (jika Anda memberikan email)
  • WhatsApp — pembaruan status laporan (jika Anda memberikan nomor WhatsApp)

Anda dapat menonaktifkan notifikasi melalui pengaturan perangkat, namun pembaruan status laporan mungkin terlewat.

13. Privasi Anak

Aplikasi APEL ditujukan untuk mahasiswa dewasa (17 tahun ke atas). Kami tidak secara sengaja mengumpulkan data dari individu di bawah 17 tahun. Jika Anda yakin data anak telah dikumpulkan, silakan hubungi Satgas PPKS untuk penghapusan.

14. Keamanan Teknis

14.1 Keamanan Jaringan

  • Semua komunikasi antara aplikasi dan server menggunakan HTTPS/TLS
  • Security headers diterapkan: X-Content-Type-Options, X-Frame-Options DENY, Referrer-Policy, Permissions-Policy, HSTS
  • Content Security Policy (CSP) untuk mencegah XSS

14.2 Keamanan Otentikasi

  • Login admin dilindungi OTP device verification (2-step login)
  • Audit login admin: setiap login dicatat (IP, device, timestamp)
  • Alert email+WhatsApp jika login dari device baru
  • Throttle: 5 failed login → lock 15 menit, 3 OTP resend per 10 menit

14.3 Keamanan Laporan

  • Anti-spam: rate limiting per perangkat (guest) dan per akun (login)
  • Policy enforcement: max 3 laporan/jam, max 10 laporan/hari, cooldown 60 detik
  • Tiered consequences: block 1 jam (ringan), block 24 jam (sedang), ban 7 hari (berat)

15. Perubahan Kebijakan

Kebijakan privasi ini dapat diperbarui dari waktu ke waktu untuk mencerminkan perubahan layanan, peraturan, atau praktik privasi. Jika terjadi perubahan material:

  • Nomor versi kebijakan akan ditingkatkan
  • Aplikasi akan menampilkan kebijakan yang diperbarui saat Anda membuka aplikasi
  • Anda diminta untuk menyetujui kembali kebijakan yang diperbarui
  • Tanggal berlaku akan diperbarui

Anda dapat menolak kebijakan yang diperbarui dengan berhenti menggunakan aplikasi.

16. Kontak

Untuk pertanyaan, keluhan, atau permintaan terkait privasi data, silakan hubungi:

  • Satgas PPKS Kampus
  • Email: satgas@apel.falconapp.net
  • Telepon: 082213143886
  • Alamat: Gedung Student Center, Kampus Sindangsari, Jl. Raya Palka Km 3, Sindangsari, Pabuaran, Kabupaten Serang, Provinsi Banten

Dengan menekan "Saya Setuju", Anda mengonfirmasi bahwa Anda telah membaca, memahami, dan menyetujui Kebijakan Privasi APEL.