FAQ
Pertanyaan yang sering diajukan seputar APEL.
Apa itu APEL?
APEL (Aplikasi Pencegahan Kekerasan Seksual) adalah saluran pelaporan dan pendampingan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus. Aplikasi ini dirancang inklusif, termasuk untuk mahasiswa dengan disabilitas.
Siapa yang bisa menggunakan APEL?
Seluruh civitas akademika kampus dapat menggunakan APEL. Anda bisa login dengan akun Google kampus atau menggunakan mode tamu dengan fitur yang lebih terbatas.
Bagaimana cara mengirim laporan?
Setelah login, masuk ke menu Laporan, isi detail kejadian, pilih mode pelaporan (anonim atau teridentifikasi), lalu kirim. Anda akan menerima kode tiket unik untuk memantau status laporan.
Apakah identitas saya akan diketahui pihak lain?
Jika Anda memilih mode anonim, identitas tidak ditampilkan di panel admin. Namun, sistem backend tetap menyimpan user association untuk audit internal.
Bagaimana cara mengecek status laporan?
Gunakan laman Lacak Laporan dan masukkan kode tiket yang diberikan saat pengiriman laporan. Status dapat berkembang dari terkirim, terverifikasi, investigasi, dijadwalkan, hingga selesai.
Apakah APEL menggantikan laporan ke polisi?
Tidak. APEL menangani jalur pendampingan kampus. Untuk kondisi darurat atau proses hukum, segera hubungi pihak berwenang seperti polisi atau penegak hukum.
Apakah saya perlu membayar untuk menggunakan APEL?
Tidak. APEL adalah layanan kampus yang dapat diakses secara gratis.
Ke mana saya bisa mengajukan pertanyaan lebih lanjut?
Silakan hubungi Satgas PPKS kampus melalui kontak yang tersedia di aplikasi atau website kampus.